Senin, 18 Maret 2013

Pengajaran Makna Kata Homonimi di SMA


       
 Sebelum kita masuk ke pembahasan, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu pengajaran?
Pengajaran menurut KBBI ( 2008 : 23) ialah 1. Proses, cara, perbuatan mengajar atau mengajarkan;
2. Perihal mengajar, segala sesuatu mengenai mengajar. Jadi dapat saya simpulkan bahwa pengajaran itu merupakan suatu proses.
Pengajaran makna di SMA sangat banyak, tetapi disini saya hanya membahas tentang Homonimi. Berikut definisi homonim dari berbagai sumber buku dan dari berbagai ahli :
  1. Homonimi adalah beberapa kata yang memiliki bentuk ujaran yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda ( Aminuddin, 2011 : 124).
  2. Pengertian homonimi dalam KBBI ( 2008 : 506) adalah  kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya  karena berasal dari sumber yang berlainan, seperti hak pada hak asasi manusia hak pada hak sepatu. dan
  3.  Homonimi berasal dari bahasa Yunani kuno yang dipenggal menjadi dua kata yaitu onoma yang berarti nama dan hono yang berarti sama. Secara semantik, Verhaar ( 1978) memberi definisi homonimi bahwa homonimi adalah sebagai ungkapan yang berupa kata, frase atau kalimat yang bentuk ungkapannya sama dengan ungkapan lain, tetapi maknanya tidak sama. Seperti kata pacar yang berarti inai dan kata pacar yang berarti kekasih ( Chaer, 2009 : 94 ).
  4. Homonimi adalah ungkapan yang bentuknya sama dengan suatu ungkapan lain, tetapi dengan perbedaan makna diantara kedua ungkapan tersebut. Misalnya kata buku pada yang berarti lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong, dan kata buku yang berarti tempat pertemuan dua ruas jari, buluh, tebu menurut  Verhaar dalam (Pateda, 2001 : 211 ).
  5. Gorys Keraf ( 2006 ) memberi definisi bahwa homonimi adalah dua buah kata atau lebih yang memiliki bentuk yang sama tetapi makna yang berbeda. Misalnya : kata mental yang berarti terpelanting dan mental yang berarti batin atau jiwa
  6. Menurut  Paulus ( 2007 ) memberi definisi homonimi adalah kata-kata yang memiliki bunyi dan tulisan yang sama.
  7. Bandana ( 2002) mendefinisikan homonimi adalah dua buah leksem atau lebih yang secara  eksidental memiliki bunyi yang sama tetapi maknanya berbeda sama sekali.
  8. Keith Allan dalam ( Kunjana, 2006 : 168) menegaskan bahwa homonimi adalah bentuk dan bunyinya sama maknanya berbeda.
  9. Djaja Sudarma ( 2009 ) mendefinisikan Homonimi adalah hubungan makna dan bentuk bila dua buah makna atau lebih dinyatakan dengan sebuah bentuk yang sama. Contoh : Kata likat yang berarti lekat, pekat, keruh dan kata likat yang berarti agak malu.
  Selain itu ada contoh kata  ‘korban’ yang mana dapat mengartikan orang yang terkena atau mengalami suatu musibah, dan dalam kaitan dengan bidang keagamaan kata ‘korban’ dapat pula mengartikan suatu ‘persembahan’ baik berupa benda maupun makhluk hidup yang mana hal ini dapat dijelaskan dalam surat Al - maa'idah ayat 27 dibawah ini :

Al Maa'idah

KISAH PEMBUNUHAN PERTAMA DAN BESARNYA MALAPETAKA AKIBAT PEMBUNUHAN

(27) وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آَدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآَخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Artinya
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!." Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang orang yang bertakwa."



    Referensi :
Aminuddin. 2011. Semantik : Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Alwi, Hasan. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.
Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal ( Edisi Kedua). Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul.2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : PT Gramedia 
Tukan, Paulus. 2007. Mahir Berbahasa Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia Printing.

Djajasudarma, T.F. 1993. Semantik 1 : Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Eresco

Rahardi, kunjana. 2006. Dimensi-dimensi Kebahasaan. Jakarta : Erlangga
 
Si Bungsu
Umi Salmah, Ayah dan Ibu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar