Kata homonim berasal dari bahasa Yunani kuno onoma yang artinya ' nama' dan hono yang artinya
' sama ' . Secara homonimi dapat diartikan sebagai " nama sama untuk benda atau hal lain". Secara semantik, Verhaar ( 1978 ) memberi defenisi homonimi sebagai ungkapan ( berupa kata. frase, atau kalimat) yang bentuknya sama dengan ungkapan lain ( juga berupa kata, frase atau kalimat) tetapi maknanya tidak sama. Misalnya: Kata pacar yang berarti " inai " dan kata pacar yang berarti " kekasih " disebut homonim ( Chaer, 2009 : 94 ).
Menurut Gorys Keraf ( Diksi dan Gaya Bahasa : 2006) " Homonim adalah dua buah kata atau lebih tetapi memiliki bentuk yang sama".
Contoh : Sedan pertama ----> sedu, rintih
Sedan kedua ----- > mobil pemumpang
Mental pertama -----> terpelanting
Mental kedua ------> batin, jiwa
Homonim ialah adalah hubungan antar kata yang di tulis atau dilafakan dengan cara yang sama dengan kata lain, tetapi tidak mempunyai hubungan makna ( Kamus Linguistik: 2008).
Paulus ( Mahir Berbahasa Indonesia : 2007) memberi defenisi homonim adalah kata-kata yang memiliki tulisan dan bunyi yang sama. Kemudian defenisi yang dikemukakan oleh Bandana ( Polisemi Bahasa Bali : 2002), " homonim adalah dua buah leksem atau lebih yang secara eksidental memiliki bunyi yang sama tetapi maknanya berbeda sama sekali".
Homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannyaa, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan. Contoh : hak yang pertama berarti hak asasi manusia
hak yang kedua berarti hak sepatu ( KBBI, 2008 : 506 ).
Jadi, kesimpulan dari berbagai ahli yang mengemukakan tentang defeninisi homonim ialah bawa homonim memiliki bentuk yang sama, tetapi maknanya berbeda.
Sebagai contoh homonim yang diambil penulis dari al- Quran surat al-baqarah : 228
-->
Menurut Gorys Keraf ( Diksi dan Gaya Bahasa : 2006) " Homonim adalah dua buah kata atau lebih tetapi memiliki bentuk yang sama".
Contoh : Sedan pertama ----> sedu, rintih
Sedan kedua ----- > mobil pemumpang
Mental pertama -----> terpelanting
Mental kedua ------> batin, jiwa
Homonim ialah adalah hubungan antar kata yang di tulis atau dilafakan dengan cara yang sama dengan kata lain, tetapi tidak mempunyai hubungan makna ( Kamus Linguistik: 2008).
Paulus ( Mahir Berbahasa Indonesia : 2007) memberi defenisi homonim adalah kata-kata yang memiliki tulisan dan bunyi yang sama. Kemudian defenisi yang dikemukakan oleh Bandana ( Polisemi Bahasa Bali : 2002), " homonim adalah dua buah leksem atau lebih yang secara eksidental memiliki bunyi yang sama tetapi maknanya berbeda sama sekali".
Homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannyaa, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan. Contoh : hak yang pertama berarti hak asasi manusia
hak yang kedua berarti hak sepatu ( KBBI, 2008 : 506 ).
Jadi, kesimpulan dari berbagai ahli yang mengemukakan tentang defeninisi homonim ialah bawa homonim memiliki bentuk yang sama, tetapi maknanya berbeda.
Sebagai contoh homonim yang diambil penulis dari al- Quran surat al-baqarah : 228
Lafal
qurû’ adalah salah satu homonim dalam al-Quran, terdapat dalam surah
al-Baqarah: 228.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar