Jumat, 29 Maret 2013

Akhir Sebuah Cintaku


                      
  

                        Awalnya semua begitu nyata indahnya
                        Namun tak pernah lagi kurasakan
                        Hangatnya saat-saat bersamamu
                        Bulan dan bintang bercanda dengan riang gembira

                        Seolah mengingatkanku pada kita dulu
                        Kini kau berbeda
                        Semua menjadi sia-sia
                        Kiniku pun mulai menyadari sesuatu
                        Bahwa kau memang bukan untukku
                        Aku terus menantimu
                        Menanti kepastian kita yang tak menentu
                        Sikapmu membuatku ragu
                        Akankah kau rasakan hal yang sama denganku
                        Telahku berikan segenap cintaku untukmu

                        Tidakkah engkau rasakan itu?
                        Yang ku inginkan hanya selamanya di hatimu
                        Namunku rasa saat-saat itu telah berlalu untukmu
                        Ku tau ku tak sempurna
                        Ku tak bisa memberikan semua yang kau pinta

                        Hanya sebuah cinta yang ku punya
                        Serta tulusnya sebuah kasih sayang
                        Hanya denganmu aku bermakna
                        Dan yang ku tahu hanya kau satu-satunya

                        Cinta …
                        Ku ingin kau selalu ada
                        Karena kini ku bimbang karenanya
                        Entah kemana cinta kini kan ku bawa
                        Sesungguhnya aku sangat mencintainya

                        Namun kini seakan sirna
                        Karena duri dan bara
                         cobaan yang menerjang bagai ombak
                        Yang seakan inginkan hati ini bergerak
                        Untuk tinggalkan semua sejenak

Guruku



                       
                        Guruku....
                        Begitu mulia tugasmu
                        Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa guruku
                        Engkau menjadi orang tuaku ketika aku berada disekolah
                        dan engkau mengajarkanku berbagai ilmu pengetahuan
                                               
                        guruku...
                        Ilmu yang kau ajarkan begitu berharga bagi ku
                        Kau tak pernah lelah dalam memberikan ilmu kepada ku
                       
                        Sungguh besar kasihmu..
                        wahai guruku
                        Engkau begitu agung maha bijaksana
                        kau ajarkan damai bagi dunia
                        Aku semakin mencintaimu
                       

                        Wahai guruku...
                        Engkau bagaikan cahaya yang menerangi jiwa
                        Dari segelap- gelap dunia
                        Engkau adalah setetes embun yang menyejukkan hati
                        hati yang ditikam kebodohan

                        Sungguh mulia tugas mu guru
                        Tugas yang sangat bijaksana
                        Guru engkau adalah pahlawanku
                        jasa- Jasamu tak akan pernah kulupakan
                        Hingga akhir hayatku

Rabu, 27 Maret 2013

Analisis Wacana

     Analisis wacana adalah suatu disiplin ilmu yang berusaha mengkaji penggunaan bahasa yang nyata dalam komunikasi  atau merupakan suatu kajian  yang meneliti dan menganalisis bahasa yang digunakan  secara alamiah baik lisan maupun tulis. Misalnya pemakaian bahasa dallam komunikasi sehari-hari.
Ciri dan sifat wacana:
  1. Kaidah memakai bahasa dalam masyarakat
  2. Merupakan usaha memahami makna tuturan dalam konteks teks dan situasi
  3. Merupakan pemahaman rangkaian tuturan melalui interpretasi  semantik
  4. Banyak bergantung pada interpretasi terhadap konteks dan pengetahuan luas
  5. Wujudnya didukung oleh situasi yang tepat
     Jenis pemakaian wujud wacana:
  • Wacana Dialog
    Wacana dialog adalah wacana yang dibentuk oleh percakapan atau pembicaraan antara dua pihak seperti terdapat pada obrolan, pembicaraan dalam telp, wawancara, teks drama.
  • Wacana Monolog
    Wacana monolog adalah wacana yang tidak melibatkan suatu bentuk tutur percakapan atau pembicaraan dua pihak yang berkepentingan seperti : teks, surat, bacaan, cerita,

Jumat, 22 Maret 2013

Dear Deary

Aku tau kau sangat menyayangi ku,
Aku juga tau kalau antara orang tua kita sudah saling menyetujui, tapi jujur aku belum siap menjalani hari-hari dengan mu. Dari aku terbangun hingga aku terlelap lagi.
Aku masih butuh waktu untuk berfikir panjang, aku masih ingin bebas menjalani hari-hari ku
Masih banyak cita-citaku yang belum terwujud. Jika memang kita jodoh Allah akan mempertemukan kita dengan jalan yang terindah.
Aku hargai kamu, tapi aku ingin kamu mapan dulu sebelum hidup dengan ku. Karna jujur aku mau apa yang aku inginkan bisa kamu kabulkan, dan kamu juga tau kalau aku orangnya egois dan ingin menang sendiri. Namun Jika Allah tidak mempertemukan kita, maka kamu harus tahu dan harus ingat lagu yang sering aku nyanyikan untuk mu " T2 : " Tak Jodoh ".
                 Kering air mata ku mengingat tentangmu
                 Tentang kita yang tak jodoh
                 Dulu pernah bermimpi saling memiliki
                 Nyatanya pun tak kesampaian
Rela relakanlah masa itu
Biarkanlah jadi masa lalu
                  Kenang diriku selalu dihatimu
                  Selalu dijiwamu Simpan di memorimu
                  Kunanti dirimu bila malampun tiba
                  Cukup kita yang tahu mimpi jadi saksinya


Chami


Rabu, 20 Maret 2013

Maling di Tengah Keramaian

          Saat ku duduk terdiam di kamar, tiba-tiba aku merdengar teriakan kakak di samping kamarku, kemudian aku membuka pintu dan keluar dari kamar.
Saai itu aku melihat seorang laki-laki memakai helm bersama seorang temannya yang menuggu di bawah kos ku. Lalu aku bertanya kepada laki-laki itu, ada perlu apa di naik ke atas kos ku,,, lalu laki-laki itu menjawab maw mencari seseorang yang bernama Nova.
Sementara yang namanya Nova tidak pernah ada d koss kami. Hal iini sudah sering terjadi,,
Itulah  jika mau maling,, modus yang dilakukan bermacam-macam
Alhamdulillah Allah masih melindungi Kos kami untuk kesekian kalinya,,
Semoga Allah melindungi kos kami untuk selama-lamanya. Aminnnn
Add caption

Senin, 18 Maret 2013

Pengajaran Makna Kata Homonimi di SMA


       
 Sebelum kita masuk ke pembahasan, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu pengajaran?
Pengajaran menurut KBBI ( 2008 : 23) ialah 1. Proses, cara, perbuatan mengajar atau mengajarkan;
2. Perihal mengajar, segala sesuatu mengenai mengajar. Jadi dapat saya simpulkan bahwa pengajaran itu merupakan suatu proses.
Pengajaran makna di SMA sangat banyak, tetapi disini saya hanya membahas tentang Homonimi. Berikut definisi homonim dari berbagai sumber buku dan dari berbagai ahli :
  1. Homonimi adalah beberapa kata yang memiliki bentuk ujaran yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda ( Aminuddin, 2011 : 124).
  2. Pengertian homonimi dalam KBBI ( 2008 : 506) adalah  kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya  karena berasal dari sumber yang berlainan, seperti hak pada hak asasi manusia hak pada hak sepatu. dan
  3.  Homonimi berasal dari bahasa Yunani kuno yang dipenggal menjadi dua kata yaitu onoma yang berarti nama dan hono yang berarti sama. Secara semantik, Verhaar ( 1978) memberi definisi homonimi bahwa homonimi adalah sebagai ungkapan yang berupa kata, frase atau kalimat yang bentuk ungkapannya sama dengan ungkapan lain, tetapi maknanya tidak sama. Seperti kata pacar yang berarti inai dan kata pacar yang berarti kekasih ( Chaer, 2009 : 94 ).
  4. Homonimi adalah ungkapan yang bentuknya sama dengan suatu ungkapan lain, tetapi dengan perbedaan makna diantara kedua ungkapan tersebut. Misalnya kata buku pada yang berarti lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong, dan kata buku yang berarti tempat pertemuan dua ruas jari, buluh, tebu menurut  Verhaar dalam (Pateda, 2001 : 211 ).
  5. Gorys Keraf ( 2006 ) memberi definisi bahwa homonimi adalah dua buah kata atau lebih yang memiliki bentuk yang sama tetapi makna yang berbeda. Misalnya : kata mental yang berarti terpelanting dan mental yang berarti batin atau jiwa
  6. Menurut  Paulus ( 2007 ) memberi definisi homonimi adalah kata-kata yang memiliki bunyi dan tulisan yang sama.
  7. Bandana ( 2002) mendefinisikan homonimi adalah dua buah leksem atau lebih yang secara  eksidental memiliki bunyi yang sama tetapi maknanya berbeda sama sekali.
  8. Keith Allan dalam ( Kunjana, 2006 : 168) menegaskan bahwa homonimi adalah bentuk dan bunyinya sama maknanya berbeda.
  9. Djaja Sudarma ( 2009 ) mendefinisikan Homonimi adalah hubungan makna dan bentuk bila dua buah makna atau lebih dinyatakan dengan sebuah bentuk yang sama. Contoh : Kata likat yang berarti lekat, pekat, keruh dan kata likat yang berarti agak malu.
  Selain itu ada contoh kata  ‘korban’ yang mana dapat mengartikan orang yang terkena atau mengalami suatu musibah, dan dalam kaitan dengan bidang keagamaan kata ‘korban’ dapat pula mengartikan suatu ‘persembahan’ baik berupa benda maupun makhluk hidup yang mana hal ini dapat dijelaskan dalam surat Al - maa'idah ayat 27 dibawah ini :

Al Maa'idah

KISAH PEMBUNUHAN PERTAMA DAN BESARNYA MALAPETAKA AKIBAT PEMBUNUHAN

(27) وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آَدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآَخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Artinya
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!." Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang orang yang bertakwa."



    Referensi :
Aminuddin. 2011. Semantik : Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung : Sinar Baru Algesindo.

Alwi, Hasan. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.
Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal ( Edisi Kedua). Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul.2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : PT Gramedia 
Tukan, Paulus. 2007. Mahir Berbahasa Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia Printing.

Djajasudarma, T.F. 1993. Semantik 1 : Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Eresco

Rahardi, kunjana. 2006. Dimensi-dimensi Kebahasaan. Jakarta : Erlangga
 
Si Bungsu
Umi Salmah, Ayah dan Ibu